Sabtu petang pukul 18.30 Wita Kapal KM R.A sampai di Karang Masalekkoe, setelah menempuh perjalan 80 menit dengan kecamatan kapal 16 Km/jam dari muara Sungai Rante Angin Kabupaten Kolaka Uatra.
Bang acank, Om aji (Jkt), Om Benny, Om bro aconk and Om bro andi Wahyudi adalah angler Boeltap Fishing Club Makassar penakluk ikan monter, kelihaiyan dan teknik mancing tidak diragukan lagi meyelamatkan ikan predator yang hanyu di laut (istilah anak Boeltap.red)
Sebagai tuan rumah team angler dari BFC Kolaka Utara masing-masing mengambil bagian, Om kuri bersama kapten kapal (bro dimmank) mengatur kapal tepat di spotnya dengan bantuan FF dan GPS yang ada di hadapan Opu uchu, Mikdam and Itto Distrik memasang instalasi alat penerang kapal.
Tepat pukul 19.00 Wita semua angler sudah siap untuk main dasaran (buttom fish), karena air laut sedang naik atau bertepatan posisi bulan hampir tegak diatas kepala, biasanya mancing dengan teknik jigging belum tepat. Tanpa menunggu lama spinning Twin Power Pak Haji Hadist (om aji) terdengar nyaring, open strike...strike terdengar dari arah posisi belakang kapal, fight pun terjadi, dari karekter tarikan dan lengkungan rod sepertinya sambaran dogtooth, ternyata benar tuna gigi anjing medium zise berhasil lended. Jigger asal jakarta yang juga juara III Fun fishing Bokori island Sulawesi Tenggara baru-baru ini memang jagonya casting jig, sangat lihai memainkan teknik slowjig dengan lemparan2nya yang asik. Angler lainnya pun tdk mau ketinggalan karena teknik dasaran belum tertalu amis, beberapa diantaranya beralih memainkan upan tiruan (metal jig) berbagai ukuran metal diturunkan dan terdengar suara lagi strike...strike miseng andi’nu dekkeng... rupanya spinning om aji disambar ikan, tuna gigi anjing landed kedua, berselang beberapa menit rod om bro aconk melungkung, hook-up..hook-up dan strike... spinning seri 10000 milik om bro aconk memaksa ikan takluk dan akhirnya landed dogtooth. Bang acank yang juga mantan ketua Boeltap fising Club Makassar pun serontak berteriak kencang, strike...strike sensasi terikannya yang luar biasa, rupanya GT ukuranh medium yang menyambar metal jig angler yang tubuh macho ini, dinggap sudah cukup menikmati pertarungan, ikanpun dipaksa naik keperahu, suasana diatas kapal sangat riuh ramai dengat logat makassaarnya yang khas, OH om benny bersamaan strike dengan andi wuhyudi, double strike rupanya ikan Giant travelly yang menyambar.
Pukul 22 lebih sedikit arus laut semakin deras, sambil menunggu arus bersahabat satu persatu angler ngumpul di tengah kapal, kardus yang berisi makanan kotak diambil untuk santapan malam, suasana makan malam semakin bersahabat, inilah moment terbaik sesama angler, makan bersama, ngak ada status sosial, jabatan, penghasilan, semua sama di mata ikan, hehehehehe
Setelah makan malam selesai dan canda tawapun dianggap cukup, kapten Dimmank berinisiatif pindah spot untuk hunting big karapu(mosso) orang lokal sebutnya uroto, om kuri sebagai leader trip nyahut “ngk usah pindah, spot ini sangat baik main dasaran,cukup tali jangkar yang di ulur”, saya bergegas mendekati FF dan bantuan GPS (view countur karang), “ok kapten shiip, kedalaman sdh dapat dan countur karangnya cukup baik” instruksiku ke kapten.
Biasanya kedalam air 150-200M tempat ikan predator jenis esco dan big karapu bersemedi, walhasil Over head Kamikaze bro mikdam bunyi kuenncaaaaanng, ngeeeeeeeg,,,srek srek...”big strike, asyik”... teriak bang acank, angler asal kolaka utara yang juga mahasiswa salah satu Fakultas di Universitas Hasanuddin makassar semester akhir ini berlahan mengayunkan rodnya, PE 6 digulungnya tetapi perlawanan ikan cukup kuat, kembali suara riil berbunyi kencang lagi, dengan penuh kekuatan dan sangat hati2, mahasiswa yang juga hoby ancing ini cukup memiliki kekuatan untuk bertarung dengan ikan predator ukuran besar, dengan alat pancing yang mempuni akhirnya se ekor ikan escolar ukuran besar landed. Umpan basah baracoutta(ikan layur) yang dikaitkan di hook om aconk nyangkut dikarang, “nyangkut kok rodnya semakin melengkung” kata ku dalam hati, dengan sigapnya om kuri mengambil alih rod om aconk,dengan penuh pengalaman om kuri mengendurkan breaded, tidak menunggu lama, tarikan pun sangat kuat menekan kebawah, rod melengkung 900, dengan cepat om kuri meng-hookup satu kali, strike... dan akhirnya figh pun terjadi, karena spinning setir kiri, om kuri agak kewalahan bertarung dengan ikan, “Opu Uchu punya bagian ini” nyahut om kuri, saya pun melirik sangar bagai tatapan ikan esco ke om kuri, “ok, sini sy selesaikan, Sudah jelas ikan mosso ini bro”,kataku, Tidak menunggu lama ikan sudah decompresi, sekalipun dalam kondisi deco, ikan tetap berat di naikkan mungkin karena bobotnya yang besar, strike pun masih terjadi di menit-menit berikutnya. Sekian dulu corat-coretnya, sebenarnya masih banyak cerita-cerita seru karena waktu sudah larut, mata mulai sayup, nanti di tulisan berukutnya akan di ulas lagi.
![]() |
| Boeltap FC Mks & BFC Kolut |
![]() |
| OM Benny |
![]() |
| Opu Uchu & Bang Acank |
![]() |
| Mosso Na Bana Acank |
![]() |
| OM aconk |
![]() |
| Pa'balu Juku na BFC |
![]() |
| Pelabuhan Tobaku Kolaka Utara |
![]() |
| ESCO |
![]() |
| OM Kury & Bro Aconk |
![]() |
| Bang Acank |
![]() |
| Om benny in Action |
![]() |
| Pelabuhan Rante Angin |
![]() |
| 1 Esco & 2 Big Karapu |
![]() |
| Muara Sungai Rante Angin |
![]() |
| H. Hadist(om Aji) |
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar